Sydney Olympic Park, Contoh Nyata Olimpiade Tak Sekadar Olahraga

6 Oktober 2022, 21:30 WIB
Editor: Aprelia Wulansari
Accor Stadium di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia.
Accor Stadium di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia. /(Aprelia Wulansari/Skor.id)

SKOR.id - Sydney Olympic Park masih mempertahankan keanggunan dan kemegahannya meski 22 tahun telah berlalu sejak Olympiade Sydney 2000 diselenggarakan.

Kini, kompleks olahraga seluas 6,63 km persegi di Sydney, Australia, tersebut menyebut dirinya sebagai destinasi untuk hiburan, olahraga, dan kegiatan keluarga.

Ya, saat kunjungan Skor Indonesia ke Sydney Olympic Park pada September yang sekaligus meliput Kejuaraan Dunia Basket Putri 2022 yang digelar di Sydney Super Dome, 22 September-1 Oktober, sebutan yang diusung oleh kompleks ini terlihat nyata.

Salah satu contohnya adalah padatnya kegiatan di Sydney Olympic Park pada Sabtu (24/9/2020), terkait olahraga dan non-olahraga.

Turnamen atletik digelar di Athletic Centre, Comic Con Sydney diselenggarakan di The Dome, kompetisi rugbi NRL dilaksanakan di Accor Stadium yang mempertemukan Penrith Panthers dengan South Sydney Rabbitohs. Sementara itu, Kejuaraan Dunia Basket Putri digelar di Sydney Super Dome.

Kejuaraan Dunia <a href='https://olahraga.skor.id/tag/Basket'>Basket</a> Putri 2022 digelar di Sydney Super Dome, Sydney, Australia.
Kejuaraan Dunia Basket Putri 2022 digelar di Sydney Super Dome, Sydney, Australia. (Aprelia Wulansari/Skor.id)


Semua kegiatan itu digelar dalam satu hari yang sama dan menyedot banyak sekali penonton dengan tujuan berbeda. Namun, sama sekali tak terjadi kemacetan dan tanpa kepadatan.

Mengapa? Jalanan sudah ditutup oleh petugas sejak pagi untuk menuju empat area di atas. Pemecah massa juga dipasang di sekitar area Accor Stadium. Para penonton memilih menggunakan kereta yang lokasi stasiunnya sangat dekat dengan empat arena tersebut.

Tiga alasan lainnya yang sangat menarik adalah jalan raya yang sangat besar, area trotoar yang juga tak kalah besarnya sehingga sangat memudahkan para pengunjung yang ingin menonton.

Kemudian alasan ketiga adalah tak ada palang penghalang di stasiun kereta yang harus dilalui.

Stasiun kereta Olympic Park di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia.
Stasiun kereta Olympic Park di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia. (Aprelia Wulansari/Skor.id)


Umumnya, para pengguna kereta perlu melakukan tap in atau tap out kartu sehingga membuka pintu atau palang saat ingin masuk atau keluar stasiun kereta.

Tapi, hal berbeda diterapkan di Stasiun Olympic Park. Stasiun ini memasang alat tap in/out kartu di sisi luar stasiun di dekat pintu masuk/keluar.

Hasilnya? Jelas alur massa lebih cepat terurai tanpa terjadi penumpukan di jalanan masuk/keluar stasiun. Hanya satu hal yang sangat diperlukan oleh tipe ini adalah kejujuran dari para pengguna.

Padatnya jadwal daerah ini yang dipadukan dengan manajemen massa yang baik membuat Sydney Olympic Park sangat nyaman untuk dikunjungi oleh siapa pun dan mereka berhasil menjaga reputasinya sebagai destinasi untuk hiburan, olahraga, dan kegiatan keluarga.

Terus Membangun

Selain berhasil menjaga kelestariannya dan terus digunakan untuk beragam kegiatan olahraga, termasuk konser, wilayah ini juga dibangun untuk bisa ditinggali.

Dalam beberapa titik di area ini mulai dibangun apartemen. Bahkan, sudah ada beberapa apartemen yang telah dibangun dan ditinggali. Toko kelontong, supermarket, restoran, dan hotel juga bisa ditemukan dalam kompleks ini.

Hotel di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia.
Hotel di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia. (Aprelia Wulansari/Skor.id)


Sebelumnya, sekitar 12 tahun yang lalu, wilayah ini sempat kosong dan tak ditinggali. Namun, pemerintah setempat melakukan pembangunan sehingga akhirnya wilayah ini menjadi pusat hiburan yang menyenangkan dan tempat tinggal yang nyaman sehingga Olympic Park tak lagi sekadar olahraga.

Tak lupa, beragam kapasitas arena di Sydney Olympic Park juga menjadi pilihan promotor untuk menggelar konser. BTS, Katy Perry, Blackpink, dan Metallica, pernah menggelar konser di Sydney Super Dome.

Belajar dari Sydney

Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa arena untuk Olimpiade sangat bisa digunakan setelah ajang multicabang empat tahunan itu berakhir.

Indonesia yang berniat untuk menjadi tuan rumah Olimpiade tentu saja bisa belajar banyak dari cara Sydney untuk melestarikan "sisa Olimpiade" tersebut dan tentu saja disesuaikan dengan kultur di tanah air.

Sydney Super Dome di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia.
Sydney Super Dome di Sydney Olympic Park, Sydney, Australia. (Aprelia Wulansari/Skor.id)


Sebelumnya, Indonesia sudah melestarikan Kompleks Gelora Bung Karno dengan sangat baik dan kembali digunakan untuk Asian Games 2018.

Akan tetapi, masih banyak daerah lain di Indonesia yang belum bisa mengoptimalkan arena-arena dan wilayah yang pernah menjadi tuan rumah sebuah multievent.

Pembangunan berkelanjutan yang memiliki dampak jangka panjang seharusnya bisa dimasukkan dalam perencanaan pembangunan untuk segala tujuan.

Pasalnya, olahraga memiliki ruang yang hampir tak terbatas dan banyak sekali hal yang bisa dikembangkan setelah sebuah event selesai dilaksanakan.

Selain itu, realisasi pembiayaan juga wajib direncanakan demi terawatnya sebuah kompleks olahraga. Stadion-stadion di Sydney Olympic Park kerap berganti nama sesuai dengan sponsornya.

Dengan kata lain, perencanaan pembangunan, pembiayaan, dan pemasaran dari lokasi ini sudah dilakukan dengan komprehensif.

Sydney Olympic Park, Sydney, Australia.
Sydney Olympic Park, Sydney, Australia. (Aprelia Wulansari/Skor.id)


Selain mengamati Sydney Olympic Park, Skor Indonesia juga berada di Sydney untuk belajar.

Skor Indonesia mengikuti kegiatan WINS Sports Commentary yang digalang oleh Australian Broadcasting Corporation International (ABC).

WINS (Women in News & Sports) adalah program pengembangan jurnalis perempuan di wilayah Pasifik yang diselenggarakan oleh ABC International dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri Australia.

Skor Indonesia berkesempatan untuk melakukan sesi komentator dalam Kejuaraan Dunia Basket Putri 2022.

"Kelas ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket tahun depan," ucap Peter Longman, ABC International Trainer.

Skor Indonesia mengikuti kelas ini bersama sesama jurnalis dari Indonesia, Hanna Fauzie, dan empat jurnalis dari Filipina. Salah satu jurnalis dari Filipina tersebut merupakan co-trainer program ini.

Berita Fitur Lainnya:

Sydney Super Dome, Arena Kejuaraan Dunia Basket Putri 2022

Manfaat Buah Manggis yang Jarang Diketahui

 

Tag

Video

Berita Terkait

Lain - lain

Minggu, 25 September 2022

Bangkit dari Cedera, Aspar Jaelolo Incar Emas Olimpiade 2024

Aspar Jaelolo ingin menutup karier sebagai peraih emas Olimpiade 2024 Paris

Lain - lain

Minggu, 25 September 2022

Rio Waida Sabet Perak di California, Peluang Olimpiade Paris 2024 Masih Terbuka

Sabtu (24/9/2022) waktu AS, Rio Waida finis kedua di belakang surfer Jepang dalam ajang ISA World Surfing Games 2022.

Lain - lain

Rabu, 28 September 2022

Jadi Cabang Tetap di Olimpiade 2028, Panjat Tebing Ingin Perebutkan 6 Emas

IFSC ingin panjat tebing sudah memisahkan tiga disiplin pertandingan pada Olimpiade 2028.

Terbaru

Lain - lain

Senin, 5 Desember 2022

Manuver BIN Buat Samator Punya Kekuatan Menakutkan di Proliga 2023

BIN Samator punya materi pemain menakutkan di Proliga 2023 setelah mampu merekrut pemain-pemain STIN Pasundan.

Lain - lain

Senin, 5 Desember 2022

Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV, Senin (5/12/2022) hingga Selasa dini hari WIB.

Lain - lain

Minggu, 4 Desember 2022

Indonesian Masters 2022: Sarit Suwannarut Keluar sebagai Juara

Pegolf asal Thailand, Sarit Suwannarut, dinobatkan sebagai juara baru turnamen Indonesian Masters.

Lain - lain

Minggu, 4 Desember 2022

Iran Hancurkan Rumah Keluarga Atlet Panjat Tebing Elnaz Rekabi

Kantor berita BBC melaporkan bahwa pemerintah rezim Iran telah menghancurleburkan rumah atlet panjat tebing Elnaz Rekabi yang dianggap membangkang saat mengikuti kompetisi internasional di Seoul.

Lain - lain

Minggu, 4 Desember 2022

Alasan Timnas Voli Putri Singapura Gelar TC di Padepokan Voli Sentul

Timnas Voli Putri Singapura TC di Indonesia karena tak punya lawan sepadan di negerinya

Lain - lain

Minggu, 4 Desember 2022

Indonesian Masters 2022: Jadi Satu-Satunya Wakil Tuan Rumah Tersisa, Kevin Akbar Tak Merasa Terbebani

Kevin Caesario Akbar tak merasa terbebani meski menjadi satu-satunya wakil tuan rumah di Indonesian Masters 2022.

Berita

Minggu, 4 Desember 2022

Agus Suparmanto Kembali Jabat Ketua Umum PB IKASI, Siap Genjot Prestasi Anggar Indonesia

Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) secara resmi digelar di Bali, Sabtu (3/12/2022).

Lain - lain

Sabtu, 3 Desember 2022

Indonesian Masters 2022: Pegolf Thailand Puncaki Klasemen, Kevin Akbar Satu-satunya Harapan Tuan Rumah

Kevin Caesario Akbar jadi wakil tuan rumah yang tersisa di Indonesian Masters 2022.

Lain - lain

Sabtu, 3 Desember 2022

FHI Gelar Kejurnas Hoki 2022 Sebagai Persiapan Menuju PON Aceh-Sumut 2024

FHI menggelar Kejurnas Hoki 2022 di Lapangan Hoki GBK, Senayan, Jakarta mulai 3-10 Desember mendatang.

Lain - lain

Sabtu, 3 Desember 2022

Indonesian Masters 2022: Kevin Akbar Jadi Satu-satunya Wakil Tuan Rumah di Putaran Ketiga

Kevin Caesario Akbar menjadi harapan terakhir tuan rumah di Indonesian Masters 2022.
X