Skorpedia: Angkat Besi, Cabor Kedua Indonesia yang Konsisten Sumbang Medali di Olimpiade

17 November 2020, 17:45 WIB
Penulis: Lily Indriyani
Editor: Lily Indriyani
Suasana latihan timnas angkat besi putra di sela-sela Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Triyatno menerima instruksi dari Hadi Wihardja, sementara Eko Yuli Irawan dan Deni memperhatikan. /Skor.id/Lily Indriyani

  • Angkat besi jadi cabor kedua yang paling banyak menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam Olimpiade.
  • Total, angkat besi Indonesia sudah mempersembahkan 12 medali, masing-masing enam perak dan perunggu.
  • Konsistensi PB PABSI dibarengi dengan kemunculan “wajah-wajah baru”.

SKOR.id – Bicara soal kiprah Indonesia dalam Olimpiade, bukan hanya bulu tangkis yang konsisten menyumbang medali. Ada angkat besi yang rutin mengharumkan Merah Putih.

Angkat besi menjadi cabang olahraga (cabor) kedua yang paling banyak mempersembahkan medali untuk Indonesia dalam Olimpiade.

Total ada 12 medali yang ditorehkan lifter Indonesia sepanjang keikutsertaan di Olimpiade, masing-masing enam perak dan perunggu.

Posisi pertama masih ditempati oleh bulu tangkis yang sejauh ini sudah menyumbangkan tujuh emas, enam perak dan enam perunggu.  

Seperti dikutip dari Wikipedia, angkat besi Indonesia menempati urutan ke-43 daftar perolehan medali negara-negara peserta Olimpiade.

Dan, Olimpiade 2000 di Sydney, Australia, jadi momentum terbukanya pundi-pundi medali Indonesia dari cabor olahraga yang satu ini.

Bahkan, kala itu, Indonesia langsung menyabet satu perak dan dua perunggu dari angkat besi yang semuanya berasal dari lifter putri.

Raema Lisa Rumbewas dan Sri Indriyani masing-masing menyumbangkan satu medali perak dan perunggu dari kelas 48 kilogram putri.

Adapun medali perunggu lainnya dipersembahkan lifter kelahiran Semarang, Jawa Tengah, Winarni Binti Slamet dari kelas 53 kilogram.

Keran medali Indonesia dari angkat besi berlanjut pada Olimpiade 2004 di Athena (Yunani). Namun, pada edisi ini, hanya satu perak.

Bedanya, Lisa Rumbewas yang juga sepupu dari mantan pebulu tangkis Nitya Krishinda Maheswari itu, turun di kelas 53 kilogram.

Kiprah atlet kelahiran Biak itu berlanjut hingga Olimpiade 2008 di Beijing (Cina). Kembali turun pada kelas 53 kilogram, dia meraih perunggu.

Tak hanya Lisa Rumbewas, begitu Raema Lisa Rumbewas dikenal, Eko Yuli Irawan dan Triyatno juga menyumbang perunggu. 

Pada edisi ini, Eko Yuli Irawan dan Triyatno mempersembahkan perunggu, masing-masing dari kelas 56 dan 62 kilogram putra.

Prestasi yang ditorehkan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) tak berhenti sampai Olimpiade 2008.

Organisasi yang sebelumnya bernama PB PABBSI tersebut konsisten monorehkan prestasi hingga Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro (Brasil).

Konsistensi yang diperlihatkan oleh PB PABSI juga diiringi kemunculan “wajah baru”. Sebagai contoh, Olimpiade 2012 di London (Inggris).

Saat masa keemasan Lisa Rumbewas habis, Indonesia bisa mengandalkan Citra Febrianti yang menyabet perunggu di kelas 53 kilogram putri.

Masih dari Olimpiade London, Triyatno dan Eko Yuli Irawan juga menyumbangkan masing-masing medali perak dan perunggu.  

Sedangkan untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, dari sektor putri ada Sri Wahyuni Agustiani yang menyabet perak di kelas 48 kilogram.

Eko Yuli Irawan saat beraksi di kelas kelas 62 kilogram putra Olimpade 2016 di Pavilion 2, Riocentro, Rio de Janeiro, Brasil.
Eko Yuli Irawan saat beraksi di kelas kelas 62 kilogram putra Olimpade 2016 di Pavilion 2, Riocentro, Rio de Janeiro, Brasil. Skor.id/Lily Indriyani

Tak hanya Sri Wahyuni Agustiani, angkat besi juga menyumbangkan satu perak lainnya pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

Eko Yuli Irawan yang kembali turun di kelas 62 kilogram putra, berhasil mempersembahkan medali perak untuk Merah Putih.  

Sejarah Angkat Besi

Olimpiade 1896 di Athena (Yunani) jadi debut angkat besi dalam pesta olahraga empat tahunan tersebut. Sayang, pada edisi berikutnya, cabang ini tak dipertandingkan.

Angkat Besi kembali mentas pada Olimpiade 1904 di St. Louis (AS). Lalu, absen lagi pada Olimpiade 1908 di London (Inggris) dan 1912 di Stockholm (Swedia).

Setelah melewati perjalanan panjang, Olahraga ini mulai rutin dipertandingkan sejak Olimpiade 1920 di Antwerpen (Swedia) sampai sekarang.

    

Berikut peraih medali Indonesia dari cabang Olimpiade:

Olimpiade 2000 – Sydney

Raema Lisa Rumbewas - Perak, 48 kilogram putri

Sri Indriyani - Perunggu, 48 kilogram putri

Winarni Binti Slamet - Perunggu, 53 kilogram putri

Olimpiade 2004 – Athena

Raema Lisa Rumbewas - Perak, 53 kilogram putri

Olimpiade 2008 – Beijing

Raema Lisa Rumbewas - Perunggu, 53 kilogram putri

Eko Yuli Irawan - Perunggu, 56 kilogram putra

Triyatno - Perunggu, 62 kilogram putra

Olimpiade 2012 - London

Triyatno  - Perak, 69 kilogram putri

Citra Febrianti - Perak, 53 kilogram putri

Eko Yuli Irawan - Perunggu, 62 kilogram putra

Olimpiade 2016 – Rio de Janeiro

Sri Wahyuni Agustiani - Perak, 48 kilogram putri

Eko Yuli Irawan - Perak, 62 kilogram putra

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Skorpedia Lainnya: 

Skorpedia: Panahan, Cabor Pertama yang Sumbang Medali dalam Olimpiade

Skorpedia: Tokyo dan Sejarah Olimpiade

  • Sumber: Wikipedia
  • Tag

    Video

    Komentar

    Terbaru

    Olahraga Lain

    Jumat, 4 Desember 2020

    Menunggak Listrik Lebih dari Setahun, AC Sentral di Kantor KONI Pusat Padam

    KONI pusat menunggak bayar listrik sejak Agustus 2019 yang mengakibatkannya AC sentral kantor mereka mati.

    Olahraga Lain

    Jumat, 4 Desember 2020

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Jumat (4/12/2020) hingga Sabtu dini hari WIB.

    Olahraga Lain

    Kamis, 3 Desember 2020

    Zaenudin Amali Apresiasi Wushu Indonesia Tetap Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

    Menpora RI, Zainudin Amali adakan Internasional Virtual Wushu Championship seri ke-2, dari Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

    Olahraga Lain

    Kamis, 3 Desember 2020

    Ingin Jadi Tuan Rumah Asian Games 2030, Arab Saudi Dekati Indonesia

    Dubes Arab Saudi menemui Menpora Zainudin Amali terkait keinginan negara tersebut menjadi tuan rumah Asian Games 2030.

    Olahraga Lain

    Kamis, 3 Desember 2020

    5 Atlet Disabilitas Indonesia Berprestasi Internasional

    Tepat pada 3 Desember adalah Hari Disabilitas Internasional. Siapa saja atlet disabilitas Indonesia yang berprestasi internasional?

    Olahraga Lain

    Kamis, 3 Desember 2020

    Skorpedia: Istilah Jet Ski Sebenarnya Muncul dari Pabrikan Kawasaki

    Jetski merupakan olahraga yang sangat populer di dunia. Meskipun tak berasal dari Jepang, istilah jetski populer karena pabrikan Kawasaki

    Olahraga Lain

    Kamis, 3 Desember 2020

    Serius Ingin Jadi Tuan Rumah PON 2028, Gubernur NTB Temui Menpora

    Provinsi NTB menunjukkan keseriusan untuk menjadi tuan rumah PON 2028.

    Olahraga Lain

    Selasa, 1 Desember 2020

    Tak Ada Lawan, Thomas Bach Jadi Calon Tunggal Presiden IOC

    Thomas Bach dikabarkan bakal menjadi calon tunggal dalamproses pemilihan Presiden IOC yang akan digelar pada Maret 2021.

    Olahraga Lain

    Senin, 30 November 2020

    Olimpiade Tokyo Butuh Rp13 Triliun untuk Penanggulangan Covid-19

    Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 butuh dana 100 miliar yen atau sekitar Rp13 triliun untuk penanggulangan Covid-19.

    Olahraga Lain

    Senin, 30 November 2020

    Komunitas Sepeda di Skor Virtual Ride (Bagian 3): Ada yang Rutin Gowes ke Tempat Bersejarah

    Dalam ulasan kali ini, terdapat komunitas sepeda yang rutin melakukan gowes ke tempat-tempat bersejarah untuk mengirim doa ke para wali dan leluhur.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X