Raja Sapta Oktohari Luruskan Isu Miring soal Sanksi WADA ke Indonesia

10 Desember 2021, 17:05 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Lily Indriyani
Raja Sapta Oktohari saat melaporkan perkembangan kunjungan ke kantor WADA di Swiss dalam konferensi pers virtual hari Jumat (10/12/2021).
Raja Sapta Oktohari saat melaporkan perkembangan kunjungan ke kantor WADA di Swiss dalam konferensi pers virtual hari Jumat (10/12/2021). /Zoom NOC Indonesia

  • Raja Sapta Oktohari menjelaskan kondisi terkini soal penanganan sanksi WADA kepada Indonesia.
  • WADA mengapresiasi gerak cepat Indonesia dalam menyelesaikan sanksi.
  • Ketua NOC Indonesia itu menegaskan, atribut Merah Putih seperti jersey masih boleh dikenakan selama masa sanksi.

SKOR.id - Jumat (10/11/2021), Satgas Percepatan Penanganan Sanksi Badan Anti-Doping Internasional (WADA) menyampaikan informasi terkini.

Raja Sapta Oktohari selaku ketua satgas, menjelaskan timnya dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), serta pihak terkait, terus berupaya.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers virtual, yang turut dihadiri perwakilan LADI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari, mengatakan bahwa WADA sangat mengapresiasi upaya Indonesia dalam menyelesaikan beragam masalah.

"Komunikasi, administrasi, dan teknis, sudah diatasi. WADA mengapresiasi kepada semua pihak yang telah melakukan percepatan," ucap Okto. 

"Insya Allah, mereka segera meninjau ulang sanksi kepada Indonesia. WADA sangat terkesima dengan kerja keras LADI, Kemenpora, dan Indonesia."

"Semua yang diperkirakan butuh waktu lama untuk diselesaikan ternyata diproses dalam waktu singkat. Kini, kami menunggu teknis seperti pengiriman logistik."

"Prinsipnya, kedatangan Gugus Tugas ke kantor WADA (di Lausanne, Swiss), mereka memberikan apresiasi dan akan meninjau ulang (sanksi)," tambahnya.

Selain perkembangan sanksi WADA, Ketua NOC Indonesia itu meluruskan isu pelarangan atribut Merah Putih di kejuaraan karate, baru-baru ini.

Okto menegaskan bahwa WADA membolehkan bendera Indonesia terpampang di ID Card atau jersey atlet yang bertanding di turnamen internasional.

Sanksi untuk Indonesia adalah pelarangan bendera Merah Putih berkibar di podium, bukan untuk ditempel di jersey seperti yang dialami oleh Rusia.

"Kami ingin meluruskan bahwa sanksi yang diberikan WADA kepada Indonesia beda dari sanksi kepada Rusia atau negara lain," Okto menjelaskan.

"(Sayangnya) sanksi ini diartikan berbeda-beda oleh beberapa federasi internasional (cabang olahraga). Contoh, Indonesia boleh memakai atribut Merah Putih."

"Kami dapat kabar salah satu cabor yang kontingennya berangkat tapi federasi internasional dan penyelenggara acara bilang Indonesia dilarang memakai atribut Merah Putih. Itu salah," tambahnya.

Berita WADA Lainnya:

Pembebasan Indonesia dari Sanksi WADA Menuju ke Arah Positif, Ini Buktinya

Siap Temui WADA di Swiss, Raja Sapta Oktohari Minta Doa Masyarakat Indonesia

 

Tag

Video

Berita Terkait

Lain - lain

Sabtu, 13 November 2021

LADI Kirim 153 Sampel Atlet Peparnas 2021 ke WADA Senin Mendatang

Sebanyak 153 sampel urin atlet dari ajang Peparnas XVI Papua akan dikirim kepada badan doping dunia (WADA) pada Senin (15/11/2021).

Lain - lain

Selasa, 30 November 2021

Syarat Hampir Terpenuhi, LADI Siap Selesaikan Masalah Anti-doping dengan WADA di Laussane

Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) berencana melakukan diplomasi lanjutan dengan WADA di Lausanne, Swiss.

Terbaru

Lain - lain

Selasa, 7 Februari 2023

Tim Renang Perairan Terbuka Indonesia Raih 4 Emas dalam 1st SEA Open Water Swimming Championship 2023

Tim renang perairan terbuka Indonesia raih empat emas dari ajang the 1st SEA Open Water Swimming Championship 2023.

Lain - lain

Senin, 6 Februari 2023

Lebarannya Para Pelari Bakal Digelar di Bandung pada 30 Juli 2023

Event lari Pocari Sweat Run Indonesia 2023 akan digelar secara offline dan virtual dengan peserta dari Sabang hingga Merauke bisa berpartisipasi.

Lain - lain

Senin, 6 Februari 2023

3 Fakta Menarik Pekan Keempat Proliga 2023, Duo BIN Berjaya di Gresik

Pekan keempat Proliga 2023 di Gresik yang telah berakhir pada Minggu (5/2/2023) menghadirkan banyak drama.

Lain - lain

Senin, 6 Februari 2023

NOC Indonesia Puji Proses Seleknas Angkat Besi untuk SEA Games 2023

PB PABSI baru saja menggelar Seleknas untuk SEA Games 2023 yang meloloskan satu lifter non-pelatnas bernama Luluk Diana Tri.

Lain - lain

Senin, 6 Februari 2023

500 Kenshi Kempo Indonesia Latihan Bersama di TMII

Minggu (5/2/2023), 500 kenshi Indonesia dari berbagai daerah berkumpul untuk latihan bersama hingga ujian naik tingkat di Jakarta.

Lain - lain

Senin, 6 Februari 2023

Proliga 2023: Jadwal, Hasil, dan Klasemen

Berikut jadwal, hasil, dan klasemen voli Proliga 2023 yang bakal terus diperbarui seiring berjalannya kompetisi babak reguler.

Lain - lain

Minggu, 5 Februari 2023

Proliga 2023: Kalah dari Bandung BJB, Gresik Petrokimia Punya Kans Menang di Laga Kandang Pamungkas

Minggu (5/2/2023), Gresik Petrokimia dijadwalkan berjumpa Jakarta Pertamina Fastron dalam laga pamungkas sebagai tuan rumah Proliga 2023.

Lain - lain

Minggu, 5 Februari 2023

Thailand Gugat Kamboja karena Ganti Nama Muay Thai di SEA Games 2023

Thailand menegaskan tidak akan mengirim delegasi di cabang Muay Thai yang disebut Kun Khmer pada SEA Games 2023.

Lain - lain

Sabtu, 4 Februari 2023

Rekap Hasil Proliga 2023: Lavani Kembali ke Pucuk, Gresik Petrokimia Tumbang di Kandang

Jakarta Lavani Allo Bank berhasil mengambil alih pucuk klasemen kategori putra Proliga 2023 sementara Gresok Petrokimia Pupuk Indonesia tumbang di kandang.

Lain - lain

Sabtu, 4 Februari 2023

Proliga 2023: Daftar Pemain Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Sejumlah Pilar Penting Dipertahankan

Berikut daftar pemain yang sudah didaftarkan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia untuk mengarungi kompetisi Proliga 2023.
X