Prestasi Menurun di Tokyo 2020, Thailand Lihat Sisi Positif dan Siap Bangkit di Paris 2024

10 Agustus 2021, 15:45 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Atlet taekwondo Thailand, Panipak Wongpattanakit, berfoto dengan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 yang berhasil dimenanginya pada Sabtu (24/7/2021).
Atlet taekwondo Thailand, Panipak Wongpattanakit, berfoto dengan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 yang berhasil dimenanginya pada Sabtu (24/7/2021). /(instagram.com/panipak2540)

  • Thailand meraih satu medali emas dan satu perunggu dari Olimpiade Tokyo 2020 yang membuat mereka duduk di peringkat ke-59 klasemen umum.
  • Jika dibandingkan dengan sejumlah edisi sebelumnya, pencapaian Thailand di Tokyo 2020 jelas mengalami penurunan.
  • Akan tetapi, Otoritas Olahraga Thailand yakin punya atlet berpotensi untuk meraih prestasi di Olimpiade Paris 2024.

SKOR.id - Thailand menutup petualangan di Olimpiade Tokyo 2020 dengan satu medali emas dan satu perunggu yang menempatkan mereka di ranking ke-59 klasemen umum.

Medali emas untuk Thailand dipersembahkan oleh atlet taekwondo Panipak Wongpattanakit yang turun di kelas 49kg putri.

Sementara perunggu diraih Sudaporn Seesondee dari cabor tinju. Ia beraksi di kelas ringan putri (57-60kg).

Hi Skorer, jangan lupa untuk segera download app Skor.id biar enggak ketinggalan update dan bisa meraih banyak hadiah menarik.

Jika dibandingkan dengan raihan medali pada Olimpiade sebelumnya, pencapaian Kontingen Thailand di Tokyo 2020 mengalami penurunan.

Pada Rio 2016 yang digelar lima tahun lalu, Thailand meraih dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu yang menempatkan mereka menduduki peringkat ke-35.

Raihan dua medali yang diraih wakil Negeri Gajah Putih pada Tokyo 2020 juga menjadi yang paling sedikit sejak meraih hal yang sama persis pada Atlanta 1996.

Tokyo 2020 juga menandai kali pertama, sejak Montreal 1976, tak ada atlet putra Thailand yang mampu memenangi medali Olimpiade.

Hasil jeblok juga membuat Thailand gagal jadi negara Asia Tenggara dengan prestasi terbaik di Tokyo 2020. Padahal, mereka konsisten menyandang predikat ini sejak Sydney 2000.

Pada Tokyo 2020, prestasi Thailand kalah mentereng dibanding Filipina yang meraih 1 emas-2 perak-1 perunggu dan Indonesia dengan 1 emas-1 perak-3 perunggu.

Ekspresi lifter Filipina, Hidilyn Diaz, setelah berhasil memenangi medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dari cabor angkat besi kelas 55kg putri yang digelar di Tokyo International Forum pada Senin (26/7/2021).
Ekspresi lifter Filipina, Hidilyn Diaz, setelah berhasil memenangi medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dari cabor angkat besi kelas 55kg putri yang digelar di Tokyo International Forum pada Senin (26/7/2021). (twitter.com/iwfnet)

Pimpinan Otoritas Olahraga Thailand (SAT), Gongsak Yod-mani, mengaku tak puas dengan pencapaian atletnya kendati sudah memenuhi target minimal yang ditetapkan.

Sebelum Tokyo 2020 bergulir, SAT memprediksi Thailand bisa membawa satu hingga tiga medali emas dari Negeri Sakura.

Target itu dibuat setelah melihat performa atlet andalan yang dimiliki Thailand. Sayangnya, beberapa dari mereka gagal tampil maksimal saat Olimpiade bergulir.

Contohnya adalah Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (bulu tangkis), Sutiya Jiewchaloemmit (menembak), hingga Paphangkorn Tavatanakit (golf).

Penurunan prestasi juga terjadi karena Thailand tak bisa mengirim wakil dari angkat besi karena kasus doping. Padahal, cabor ini konsisten memberi medali untuk mereka.

"Kami memenangi medali terlalu sedikit tetapi kami tetap harus berterima kasih kepada atlet karena telah membuat kami bahagia," ujar Gongsak Yod-mani dikutip dari Bangkok Post.

"Lihatlah sisi terangnya. Meski kami tak menyertakan atlet angkat besi ke Tokyo 2020, kami berhasil memenangi dua medali bersejarah dari taekwondo dan tinju."

Petinju Thailand, Sudaporn Seesondee, meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 60kg putri.
Petinju Thailand, Sudaporn Seesondee, meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 60kg putri. (Facebook Thailand Boxing Association)

"Saya berharap kami bisa kembali menyertakan atlet angkat besi di Paris 2024 sehingga meningkatkan peluang memenangi medali," ujarnya.

Sepakat dengan pernyataan Gongsak Yod-mani, Thana Chaiprasit selaku pimpinan delegasi Thailand di Tokyo 2020 menyebut negaranya punya masa depan yang cerah pada Paris 2024.

Pasalnya 30 dari 41 atlet Thailand yang tampil di Tokyo 2020 adalah debutan Olimpiade sehingga masih memiliki karier yang panjang dan bisa terus berkembang.

"Saya pikir, standar keseluruhan dari atlet kami sudah lebih tinggi," ujar Thana Chaiprasit.

"Atlet kami sudah memberi segalanya tetapi semua peserta Olimpiade mempersiapkan diri dengan baik sehingga tak mudah untuk memenangi medali."

Follow dan subscribe akun media sosial Skor.id di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, LinkedIn, TikTok, dan Helo.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita Olahraga Lainnya:

Selama Olimpiade Tokyo, Greysia Polii Masuk Top 5 Atlet Paling Dibicarakan Dunia versi Twitter

Kembali ke Pelatnas, Riau Ega Akan Evaluasi Performa untuk Olimpiade Paris 2024 

 

  • Sumber: Bangkok Post
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Olahraga Lain

    Sabtu, 7 Agustus 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Posisi Indonesia Tergeser Usai Filipina Tambah Perak dari Tinju

    Posisi Indonesia di klasemen Olimpiade Tokyo 2020 resmi digeser Filipina yang sukses menambah medali perak dari cabor tinju.

    Olahraga Lain

    Senin, 9 Agustus 2021

    Usai Olimpiade Tokyo, Indonesia Siapkan Regenerasi Atlet demi Paris 2024

    Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 Rosan Perkasa Roeslani menilai pentingnya regenerasi atlet dalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas).

    Tinju

    Selasa, 10 Agustus 2021

    Diguyur Bonus Olimpiade, Petinju Thailand Siapkan Rp215 Juta untuk Bantu Rumah Sakit

    Sudaporn Seesondee diguyur bonus setelah meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

    Terbaru

    Lain - lain

    Jumat, 19 Agustus 2022

    Mengenal Lebih Dekat Bandung Tectona, Klub Bola Voli yang Berdiri sejak 1988

    Bandung Tectona menelurkan atlet-atlet berbakat untuk masa depan.

    Lain - lain

    Jumat, 19 Agustus 2022

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV, Jumat (19/8/2022) hingga Sabtu dini hari WIB.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    KX-1 Kick Boxing Championship Dorong Pariwisata Kawasan Kota Tua

    KX-1 Kickboxing Championships bertujuan dongkrak pariwisata Kota Tua

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Menpora: Pemerintah Terus Berkomitmen Perhatikan Pembinaan dan Prestasi Atlet Disabilitas

    Pemerintah akan terus berkomitmen untuk memperhatikan pembinaan dan prestasi atlet disabilitas Indonesia.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Baru Direnovasi, Kemayoran Driving Range akan Jadi Tempat Latihan Pegolf Nasional

    PPK Kemayoran dan PSF selesai merenovasi Kemayoran Driving Range. Ini akan jadi salah satu tempat latihan atlet nasional.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Resmi, Inilah Tanggal Anyar Asian Para Games Hangzhou 2022

    Rabu (17/8/2022), APC mengumumkan tanggal baru Asian Para Games yang berjarak dua pekan setelah Asian Games 2022.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Ketum KONI: Muay Thai Harus Segera Tentukan Nomor Pertandingan untuk PON 2024

    Ketum KONI, Marciano Norman, meminta agar internal organisasi tidak menghalangi prestasi Muaythai Indonesia.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Baru Dilantik Jadi Ketum PB Muaythai Indonesia, Ini Kata La Nyalla Matalitti

    LaNyalla Matalitti mengucapkan terima kasih ke KONI Pusat serta Menpora usai dilantik jadi Ketum PB MI

    Berita

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Perenang Indonesia asal Yogyakarta Tampil di Kejuaraan Dunia Yunior

    Kali pertama perenang muda Indonesia tampil di kejuaraan dunia yunior. Nama Nabilah Umarella akan terukir dalam FINA World Junior Artistic Swimming Championships 2022 di Quebec, Kanada, 23-27 Agustus 2022.

    Lain - lain

    Kamis, 18 Agustus 2022

    Trofi Piala Dunia Kriket Mampir ke Indonesia, PCI Turut Gelar Pameran dan Kampanye

    Trofi Piala Dunia T20 Pria ICC 2022 (ICC Men’s T20 World Cup Trophy) telah berlabuh di Indonesia pada 16-18 Agustus 2022.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X