IIMS

Pertandingkan 12 Cabor, Berikut Penjelasan Klasifikasi Disabilitas di Peparnas XVI Papua

3 November 2021, 16:30 WIB
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Logo Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua.
Logo Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua. /(INSTAGRAM NPC INDONESIA)

  • Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua siap digelar mulai pekan ini.
  • Sebanyak 12 cabor akan dipertandingkan dalam pesta olahraga penyandang disabilitas tingkat nasional tersebut.
  • Kemenpora telah mengatur klasifikasi disabilitas yang dipertandingkan, mengacu regulasi internasional.

SKOR.id - Setelah sukses menjadi tuan rumah PON XX, Papua pun siap menggelar Peparnas XVI.

Ajang multievent bagi para atlet penyandang disabilitas tersebut akan digelar pada 5-15 November 2021, atau mulai pekan ini.

Para atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi akan saling bertarung untuk mencetak prestasi pada 12 cabor yang dipertandingkan dalam Peparnas kali ini.

Adapun cabor yang dipertandingkan adalah angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, serta tenis meja.

Kemenpora, selaku regulator, telah membuat klasifikasi penyandang disabilitas dalam Peparnas, yang disesuaikan dengan peraturan internasional.

Penyebutan nama cabang olahraga

Sejak Sidang umum Komite Paralimpik Internasional (IPC) di Jerman pada 2005 silam, paralimpik digunakan sebagai istilah resmi untuk event olahraga penyandang disabilitas.

Sedangkan untuk cabang olahraga yang dipertandingkan dalam paralimpik, biasanya ditambahkan kata "para", seperti parabulu tangkis, parapanahan, paratenis meja, dan sebagainya.

Namun, untuk ajang Peparnas, pihak NPC Indonesia mengeluarkan ketentuan khusus, yakni tanpa menambahkan kata "para" di depan cabor yang dipertandingkan.

Sebagai gantinya, beberapa cabor menyematkan kata yang menunjuk langsung klasifikasi disabilitas, misalnya judo tuna netra, sepak bola cerebral palsy, tenis lapangan kursi roda, dan bulu tangkis kursi roda.

Maskot Peparnas XVI Papua.
Maskot Peparnas XVI Papua. (INSTAGRAM NPC INDONESIA)

Kelas Elite dan Nasional

Setiap atlet yang akan bertanding di Peparnas wajib melengkapi diri dengan bukti-bukti pendukung berupa laporan pemeriksaan medis dari rumah sakit dan dokter bersangkutan, mengenai kondisi fisik yang dianut.

Beberapa cabor lantas membagi para atlet dalam dua kelas, yakni kelas Elite dan Nasional demi pemerataan prestasi dari seluruh peserta.

Perbedaannya, Kelas Elite diisi oleh atlet nasional dan pernah terjun di event internasional dan hanya boleh turun bertanding pada satu nomor saja.

Sedangkan Kelas Nasional diikuti oleh atlet daerah dan nasional yang yang belum pernah ikut dalam pertandingan internasional.

Pembedaan kelas ini diberlakukan hanya pada beberapa cabor, seperti bulu tangkis, catur, judo, menembak, dan renang.

Atlet Peparnas XVI Papua sedang berlatih.
Atlet Peparnas XVI Papua sedang berlatih. (DOK. KEMENPORA)

Klasifikasi penyandang disabilitas beberapa cabor

Beberapa cabor memiliki klasifikasi yang sedikit lebih rumit, menyesuaikan kondisi para atlet penyandang disabilitas.

1. Atletik

Kelas T/F11 dan T/F 12 diperuntukkan bagi para atlet dengan disabilitas penglihatan berat, yang membutuhkan pemandu.

Kelas T/F13 diperuntukkan bagi para atlet dengan disabilitas penglihatan sedang, yang mampu meilhat sejauh enam meter.

Kelas T/F20 diperuntukkan bagi atlet yang mengalami hambatan intelektual alias tuna grahita.

Kelas T/F35-T/F38 diperuntukkan bagi atlet dengan kondisi kekejangan tertentu. Secara khusus, Kelas T/F36-T/F38 diperuntukkan bagi penderita Cerebral Palsy (CP)

Kelas T/F40-T/F41 mengelompokkan peserta berdasarkan tinggi badan dan panjang lengan.

Kelas T/F42-T/F47 mengklasifikasikan peserta berdasarkan kondisi fisik sera kemampuan menggerakkan tubuh tanpa alat bantu.

Kelas T52-T54 diperuntukkan bagi para atlet yang menggunakan alat bantu kursi roda.

Kelas F55, F +56, F57 diperuntukkan bagi atlet yang melakukan pertandingan dengancara duduk karena kondisi khusus pada kedua kaki.

KelasT/F +54 diperuntukkan khusus bagi atlet tuna rungu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Peparnas XVI Papua (@peparnas16papua)

2. Boccia

Pada cabor ini, terdapat 10 nomor yang terdiri dari perorangan dan berpasangan (mixed pairs). Sedangkan pengelompokannya ada lima kelas, yakni BC1-BC5.

3 Bulu Tangkis

Kelas WH1 dan WH2 diperuntukkan bagi atlet bulu tangkis kursi roda.

Kelas S (1-5) diperuntukkan bagi peserta dengan disabilitas Standing Lower. Makin tinggi skala, makin kecil pula keterbatasan atlet.

Kelas U (1-5) diperuntukkan bagi atlet dengan keterbatasan Upper (bagian tubuh atas).

Kelas SS6 (Short Stature) diperuntukkan bagi atlet yang memiliki pelambatan pertumbuhan tulang yang membuat tinggi badan mereka kurang dari atlet sebaya.

4. Catur

Kelas B1-B3 diperuntukkan bagi atlet tuna netra, disesuaikan dengan berat-ringannya kondisi penglihatan.

5. Judo

Kelas B1-B3 diperuntukkan bagi atlet tuna netra, disesuaikan dengan berat-ringannya kondisi penglihatan.

6. Menembak

Kelas SH1 Pistol diperuntukkan bagi atlet dengan kemampuan gerak tubuh di bawah 25 persen.

Kelas SH1 Rifle diperuntukkan bagi atlet dengan kemampuan gerak di bawah 25 persen.

Kelas SH2 diperuntukkan bagi atlet dengan kondisi kemampuan gerak 25 persen ke bawah

Semua atlet memperoleh alat bantu berupa meja untuk meletakkan senjata, serta diperkenankan membidik senjata dari bangku.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Peparnas XVI Papua (@peparnas16papua)

7. Renang

Kelas S1-13 diperuntukkan bagi atlet dengan hambatan penglihatan. Makin tinggi angkanya, makin baik pula kondisi penglihatannya.

Kelas S14 diperuntukkan bagi atlet dengan hambatan intelektual alias tuna grahita.

Kelas S15 diperuntukkan bagi atlet tuna rungu.

8. Tenis Meja

Kelas 1-5 diperuntukkan bagi para atlet tuna daksa yang menggunakan kursi roda.

Kelas 6-10 diperuntukkan bagi atlet tuna daksa yang masih bisa berdiri.

Kelas 11 diperuntukkan bagi atlet tuna grahita.

Kelas TN diperuntukkan bagi atlet tuna netra.

Kelas TRW diperuntukkan bagi atlet tuna rungu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita Peparnas lainnya:

Menpora Tegaskan Tak Ada Beda Perlakuan untuk PON dan Peparnas Papua

Resmi, 12 Cabor Siap Dipertandingkan di Peparnas XVI Papua

  • Sumber: Kemenpora
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Lain - lain

    Selasa, 21 Januari 2020

    Jokowi Terbitkan Inpres tentang Percepatan Dukungan Penyelenggaraan PON dan Peparnas 2020

    Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Percepatan Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Perpanas) XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua.

    Lain - lain

    Selasa, 16 Maret 2021

    Paparan ke DPD RI, Menpora Sebut Venue PON XX dan Peparnas XVI Papua Hampir Rampung

    Zainudin Amali memberikan pemaparan kepada DPD RI terkait kesiapan PON XX dan Peparnas XVI di Papua.

    Terbaru

    Berita

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Hasil Proliga 2022: Palembang Bank SumselBabel Rebut Kemenangan Perdana

    Laga sengit tersaji di hari kedua Seri III Proliga 2022 saat Kudus Sukun Badak bersua Palembang Bank SumselBabel pada Sabtu (22/1/2022).

    Berita

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Soal Diskresi Karantina Atlet, Perbakin Optimistis dengan Diplomasi Ketum NOC Indonesia

    PB Perbakin optimistis usulan diskresi karantina atlet dari luar negeri yang tengah diperjuangkan Ketum NOC Indonesia akan berbuah positif.

    Berita

    Sabtu, 22 Januari 2022

    Kabar Duka, Atlet Biliar Oei Kiem Han Meninggal Dunia

    Kabar duka datang dari dunia olahraga Tanah Air. Salah satu atlet biliar berbakat, Oei Kiem Han, meninggal dunia pada Jumat (21/1/2022).

    Berita

    Jumat, 21 Januari 2022

    Eko Yuli Irawan Apresiasi Kinerja Gugus Tugas demi Merah Putih Kembali Berkibar

    Kabar baik datang dari upaya percepatan penyelesaian sanksi WADA oleh Gugus Tugas.

    Berita

    Jumat, 21 Januari 2022

    Sandiaga Uno: MotoGP Indonesia Harus Tetap Berlangsung

    Belakangan, rumor soal batalnya MotoGP Indonesia 2022 muncul seiring dengan kebijakan aturan karantina dalam negeri.

    Berita

    Rabu, 19 Januari 2022

    Al Azhar Gelar Lomba Senam SAH 2020 se-Indonesia, Deputi Kemenpora Apresiasi

    Senam Stay At Home (SAH) merambah ke akar rumput. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang menangkapnya dengan menggelar lomba se-Indonesia.

    Berita

    Senin, 17 Januari 2022

    Petarung UFC Ini Matanya Bengkak Dibogem hingga Tak Bisa Melihat

    Giga Chikadze mengalami beberapa luka dan matanya bengkak setelah bertarung melawan Calvin Kattar pada pembukaan UFC 2022 pada Sabtu (15/1/2022).

    Berita

    Senin, 17 Januari 2022

    Menpora: Bendera Merah Putih Akan Diperbolehkan Kembali Berkibar Awal Februari

    Kemenpora kembali melakukan konferensi pers guna menyampaikan perkembangan terkini atas upaya percepatan penyelesaian sanksi dari WADA.

    Berita

    Jumat, 14 Januari 2022

    Conor McGregor Jadi Sasaran Pembunuhan, Pub Milik Petarung Itu Dibom

    Pub seharga £2 juta atau sektar Rp39,2 miliar menjadi sasaran bom bensin saat polisi meluncurkan perburuan. Ternyata pub tersebut milik bintang UFC Conor McGregor.

    Berita

    Jumat, 14 Januari 2022

    Zainudin Amali: Bicara Politik, Malam Aja!

    Dr. Zainudin Amali yang diberi kepercayaan oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, adalah Ketua Pemenangan Partai Golkar.
    X