pon-papua

PB PABSI Antisipasi Perubahan Kelas Angkat Besi di Olimpiade Paris 2024

18 November 2021, 16:45 WIB
Editor: Lily Indriyani
Ilustrasi cabang olahraga angkat besi.
Ilustrasi cabang olahraga angkat besi. /Grafis: Jovi/Skor.id

  • PB PABSI mengantisipasi perubahan kelas yang mungkin terjadi pada Olimpiade Paris 2024.
  • Olimpiade Paris 2024 kemungkinan hanya mementaskan lima kelas putra dan putri.
  • PB PABSI berjanji untuk menjaga kelas-kelas yang jadi andalan Indonesia maupun Asia.

SKOR.id - Indonesia terancam kerugian pada Olimpiade Paris 2024, menyusul munculnya wacana perubahan kelas di cabang olahraga (cabor) angkat besi.

Dalam kongres Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) di Tashkent, Uzbekistan, 20-21 November 2021, jumlah kelas pada Olimpiade Paris bakal dikurangi.

Sebagai informasi, Olimpiade Tokyo 2020, angkat besi mempertandingkan 7 kelas putra dan putri. Sedangkan di Paris, hanya 5 kelas putra dan 5 putri.

Parahnya, demi mengakomodir kepentingan negara-negara Eropa lantaran Olimpiade 2024 berlangsung di Benua Biru, kelas-kelas kecil kemungkinan hilang.

Ini karena kelas-kelas kecil memang jadi kekuasaan negara-negara Asia. Sebut saja, Indonesia, yang selalu mendulang medali pada kelas di bawah 80 kg.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Hadi Wihardja, menuturkan hal tersebut.

Pihaknya akan berupaya keras agar kelas-kelas ringan yang menjadi andalan Indonesia di cabor angkat besi, tetap dipertandingkan.

Dari rencana lima kelas angkat besi putra dan putri pada Olimpiade Paris 2024, tiga di antaranya setidaknya di bawah 80 kg.

"Yang kami khawatirkan, penentuan kelas angkat besi di Olimpiade menguntungkan negara-negara Eropa," kata Hadi Wihardja kepada Skor.id.

"Untuk itu, PABSI yang juga peserta kongres akan menjaga kelas-kelas yang menjadi keunggulan (negara-negara) Asia," ia menambahkan. 

Pria yang juga eks High Performance Director (HPD) Satlak Prima itu menyatakan, kalaupun ada perubahan kelas, diharapkan tak terlalu jauh.

Misalnya, kelas 49 kg putri yang diikuti oleh Windy Cantika Aisah, berubah menjadi 50 kg putri. Perubahan itu masih bisa dikejar oleh Indonesia.

"Kalau kelas 49 kg putri berubah menjadi 50 kg, saya optimistis Windy tetap kompetitif," ucap Hadi Wihardja, belum lama ini.

Sebagai catatan, pada Olimpiade Tokyo 2020, lifter Indonesia menyumbangkan satu perak dan dua perunggu.

Perak diraih Eko Yuli Irawan (61 kg putra), sedangkan dua perunggu disumbangkan Windy Cantika Aisah (49 kg putri) dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg putra).

Berita Olahraga Lainnya: 

Jelang SEA Games 2021 Hanoi, Perenang Muda Andalan Vietnam Pilih Pensiun

Bersama AF Rinaldo, Hangtuah Optimistis Bangkit di IBL 2022

Hasil Indonesia Masters 2021: Comeback Manis, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Tembus Perempat Final

Tag

Video

Berita Terkait

Lain - lain

Selasa, 21 Juli 2020

PABBSI Pecah, Angkat Besi Akan Diurus PB PABSI

Pada Rakernas KONI Pusat Agustus mendatang, PB PABBSI akan dipecah menjadi PB PABSI, PBFI, dan Pabersi.

Berita

Sabtu, 7 Agustus 2021

PB PABSI Beberkan Kiat Angkat Besi Menjaga Tradisi Medali di Olimpiade

Regenerasi jadi kunci PB PABSI untuk menjaga tradisi medali di Olimpiade.

Lain - lain

Senin, 15 November 2021

PB PABSI Simpan Windy Cantika pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Windy Cantik Aisah tidak diturunkan di Kejuaraan DUnia ANgkat Besi 2021, bulan depan. Ia masih menjalani pemulihan

Terbaru

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

Kejurnas Boling Soetopo Jananto 2021 Jadi Momentum Kebangkitan PBI

Kejurnas Boling Soetopo Jananto dan Junior 2021 di JSC Boling Center, Palembang, jadi momentum kebangkitan PBI.

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

Kalah Lagi, Klub Rivan Nurmulki Tak Tergeser di Dasar Klasemen V.League 2021/2022

VC Nagano Tridents kalah 0-3 kala tandang ke markas JT Thunders dalam lanjutan Divisi 1 Japanese V.League 2021/2022.

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

2 Pelari Inggris Kehilangan Sponsor dari Federasi Nasional Gara-gara Pelatih

UK Athletics memberi sanksi kepada Adam Gemili dan Laviai Nielsen karena bertahan dengan pelatih yang masih dalam investigasi skandal pelecehan.

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

Paris 2024 Berambisi Jual 3 Juta Tiket Penonton Paralimpiade

Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, juga bertekad menciptakan kejuaraan yang inklusif antara Olimpiade dan Paralimpiade.

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

PB ISSI Kirim Atlet ke Swiss, Kejar Beasiswa UCI

Jelang SEA Games XXXI di Hanoi dan Asian Games 2022 di Hangzhou, PB ISSI dapat undangan dari UCI.

Lain - lain

Sabtu, 4 Desember 2021

Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Sabtu (4/12/2021) hingga Minggu dini hari WIB.

Lain - lain

Jumat, 3 Desember 2021

PABSI Kirim 14 Lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Mayoritas Muda

PB PABSI bersiap menyambut Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan, dengan mengirimkan 14 lifter.

Lain - lain

Jumat, 3 Desember 2021

Kontingen Indonesia Menanti Medali Emas Para Boccia di AYPG 2021

Atlet para boccia, Febriyanti Vani Rahmadhani, berpeluang menyumbangkan medali emas untuk klasifikasi BC2 putri di AYPG 2021.

Lain - lain

Kamis, 2 Desember 2021

IAAF Temukan Banyak Kasus Pelecehan Online kepada Atlet Putri Selama Olimpiade Tokyo

World Athletics menemukan 23 dari 161 akun atlet mendapat pelecehan daring dengan 16 di antaranya adalah atlet putri.

Berita

Kamis, 2 Desember 2021

Boyong 2 Atlet Andalan ke AYPG 2021, Tim Para Tenis Meja Indonesia Incar Perunggu

Para atlet difabel muda se-Asia akan berlomba dalam ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2021.

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X