Lagu Kebangsaan Dilarang, Rusia Temukan Pengganti untuk Olimpiade 2020

24 April 2021, 10:30 WIB
Peragaan busana jaket ZASPORT yang bakal digunakan kontingen Rusia atas nama ROC dalam Olimpiade Tokyo 2020/ /(instagram.com/zasport)
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama

  • Komite Olimpiade Rusia (ROC) bakal memakai Piano Concerto No.1 sebagai pengganti lagu kebangsaan pada Olimpiade Tokyo 2020.
  • Identitas Rusia dilarang mejeng di berbagai ajang olahraga internasional hingga 16 Desember 2022 karena kasus pandemi.
  • Sebelumnya, ROC juga telah mengenalkan seragam kontingen untuk Olimpiade Tokyo 2020 yang masih kental cita rasa Rusia.

SKOR.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyetujui pengganti lagu kebangsaan Rusia untuk dua gelaran Olimpiade yang akan datang.

Sebelumnya, Rusia mendapat hukuman berat atas skandal doping yang menjerat atletnya dan coba mereka tutup-tutupi dengan manipulasi data di laboratorium Moskow.

Rusia pun dilarang tampil dalam berbagai ajang internasional hingga 16 Desember 2022, termasuk Olimpiade Tokyo 2020 (musim panas) dan Olimpiade Beijing 2022 (musim dingin).

Meski demikian, atlet dari Negeri Beruang Merah masih boleh tampil dalam dua ajang akbar itu dengan "bendera" Komite Olimpiade Rusia atau ROC.

Atlet ROC boleh tampil pada Olimpiade tetapi harus menanggalkan segala identitas terkait negara, mulai dari bendera hingga lagu kebangsaan.

Sebelumnya, ROC sempat mengajukan 'Katyusha' sebagai pengganti lagu kebangsaan jika ada atlet Rusia yang meraih medali emas.

'Katyusha' adalah lagu rakyat yang dirilis pada 1938 dan pernah digunakan sebagai pengiring Tentara Merah pada Perang Dunia II.

Akhirnya, Piano Concerto No.1 ciptaan komposer Pyotr Ilyich Tchaikovsky dipilih sebagai pengganti lagu kebangsaan Rusia di ajang olahraga internasional.

Sepekan sebelumnya, ROC telah memperkenalkan seragam kontingen buatan ZASPORT yang akan mereka gunakan pada Olimpiade Tokyo 2020.

Namun, seragam itu menuai kontroversi karena memiliki desain dasar putih dengan aksen biru dan merah layaknya bendera Rusia.

"Saya ingin berterima kasih kepada IOC dan ROC atas kerja sama ini. Mulai hari ini, tim Olimpiade kami punya semua elemen identitas," kata Presiden ROC, Stanislav Pozdnyakov.

"Bendera ROC dengan unsur triwarna (Rusia) dalam seragam kami mudah dikenali rekan senegara atau penggemar dari negara lain tanpa keterangan tulisan tambahan."

"Sedangkan musik pengiring yang digunakan bakal membuat atlet Rusia dihormati di Tokyo dan Beijing," ia memungkasi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Olimpiade Lainnya:

3 Manusia Tertua di Dunia Ikuti Estafet Obor Olimpiade Tokyo, Berusia 104 Hingga 112 Tahun

Tiga Bulan Menuju Olimpiade Tokyo, Jepang Umumkan Darurat Pandemi

Tag

Berita Terkait

Latest