Kemenpora: Bonus Atlet Peraih Emas Olimpiade Tokyo Tidak Akan Kurang dari Rp5 Miliar

5 Mei 2021, 15:45 WIB
Editor: Nezatullah Wachid Dewantara
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti, dalam acara Media Gathering, di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (4/5).
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti, dalam acara Media Gathering, di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa (4/5). /(DOK. KEMENPORA)

  • Kemenpora mendukung atlet berprestasi di Olimpiade Tokyo 2020.
  • Kemenpora pun mendukung aktivitas atlet untuk pelatnas di tengah pandemi Covid-19.
  • Bonus untuk atlet peraih emas tidak akan kurang dari Rp5 miliar.

SKOR.id - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dipastikan memberikan dukungan kepada para atlet dan cabang olahraga yang akan mengikuti event olahraga internasional olimpiade dan paralimpiade di Tokyo, Jepang 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti dalam acara Media Gathering bertajuk ‘Indonesia Menuju Olimpiade Tokyo 2021’, Selasa (4/5) sore. Salah satu dukungan yang diberikan pemerintah adalah menfasilitasi para atlet dalam melakukan persiapan dan pembinaan di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Di satu sisi penerapan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Tapi kita juga dukung aktivitas atlet untuk melakukan Pelatnas, kita fasilitasi,” kata Chandra.

Tidak hanya untuk cabang olahraga yang mengikuti olimpiade saja, Kemenpora juga terus melakukan pembinaan kepada cabor lain. Termasuk juga menyelenggarakan turnamen dan event olahraga nasional meski di tengah pandemi seperti turnamen pramusim Piala Menpora 2021, Liga Bola Basket Indonesia 2021 (IBL), Tinju dan lainnya.

“Sehingga atlet tidak hanya dengan latihan-latihan saja. Tapi juga melakukan kompetisi sebagai ukuran atau untuk mengetahui capaian latihan sudah dimana,” pungkasnya.

Selain itu, Chandra memastikan dukungan lain yang akan diberikan pemerintah untuk para atlet yang menuju Tokyo nantinya akan menumpang pesawat kelas bisnis. Hal ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para atlet.

"Sebab untuk sampai di olimpiade itu harus ada kualifikasi dan ini berbeda dengan SEA Games. Mereka harus kumpulkan poin dulu untuk bisa lolos. Jadi atlet Olimpiade akan kami tempatkan di kelas bisnis," jelasnya.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti (kanan).
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti (kanan). (Dok. Kemenpora)

Sementara terkait bonus untuk atlet yang meraih medali, Chandra memastikan mereka akan mendapatkan bonus lebih dari olimpiade sebelumnya.

“Biasanya bonus itu tidak pernah turun yang ada itu naik. Contoh saja kemarin di SEA Games itu bonusnya Rp200 juta untuk yang meraih medali emas. Faktanya ketika perolehan kita bagus, prestasinya naik maka apresiasi langsung dari Pak Presiden ditambah menjadi Rp500 juta,” ungkapnya.

Chandra memastikan bonus untuk atlet peraih medali emas di Tokyo tidak kurang dari Rp5 miliar. Pasalnya, bonus itu berkaca dari bonus yang diberikan pemerintah pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu.

"Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi, bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, nggak menunggu lama-lama," ucapnya.

"Bonus itu bentuk lain penghargaan, saya yakin nilainya tidak kurang dari Rp5 miliar. Mudah-mudahan di Tokyo, itu lebih dari nilai tersebut," tambah Chandra.

Sementara itu, Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengusulkan bukan hanya peraih medali di Olimpiade saja yang diberikan. Namun, dia berharap pemerintah memberikan bonus terhadap atlet yang sudah lolos ke Olimpiade Tokyo 2021.

“Karena perjuangan untuk bisa meraih tiket itu sangat sulit dan butuh perjuangan yang keras mengingat negara lain juga menginginkannya. Rasanya, atlet yang lolos ke Olimpiade patut juga diberikan penghargaan. Di Olimpiade Rio de Janeioro 2016 lalu, atlet yang lolos mendapatkan bonus Rp100 juta,” jelasnya.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita Kemenpora lainnya:

Eratkan Hubungan dengan Media, Kemenpora Gelar Gathering Bertajuk Indonesia Menuju Olimpiade 2021

Terkait Anggaran, Kemenpora Tunggu Proposal dari NOC Indonesia

Deputi IV Kemenpora: 14 Cabor pada Desain Besar Olahraga Nasional Memakai Sistem Degradasi

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Olahraga Lain

Jumat, 30 April 2021

Kemenpora Optimistis Desain Besar Olahraga akan Berdampak Positif di Olimpiade 2032

Menpora Zainudin Amali menyebut grand design olahraga nasional dapat berdampak positif pada Olimpiade 2032.

Olahraga Lain

Jumat, 30 April 2021

Kemenpora dan NOC Mulai Susun Langkah Indonesia untuk Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Menpora telah Zainudin Amali memimpin rapat terbatas dengan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengenai Keppres Nomor 9 Tahun 2021 terkait panitia pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Berita

Jumat, 30 April 2021

ISORI Siap Kawal Amanat Menpora dalam Sosialisasi Desain Besar Keolahragaan Nasional

ISORI siap melaksanakan amanat Menpora untuk menyosialisasikan Grand Design Keolahragaan Nasional.

Terbaru

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Romantis, Atlet Anggar Argentina Dilamar Pelatih Usai Tersingkir di Olimpiade Tokyo 2020

Atlet anggar putri Argentina, Maria Belen Perez Maurice mendapatkan kejutan yang tak terduga dalam pergelaran Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Link Live Streaming Panahan Olimpiade Tokyo 2020: Arif Dwi Pangestu Menjawab Tantangan Angin

Arif Dwi Pangestu melakoni babak 64 besar Olimpiade Tokyo pada Selasa (27/7/2021) siang.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Raja Sapta Oktohari Perluas Jaringan demi Memperlancar Misi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari membawa misi khusus di Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Kenapa Rusia Dilarang di Olimpiade Tokyo 2020 dan Ada Kontingen ROC

Terlibat kasus doping membuat Rusia harus berganti nama dan atribut menjadi ROC di Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Soal Bonus Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Hanya Kalah dari Singapura dan Hong Kong

Indonesia masuk dalam daftar negara penyedia hadiah uang terbesar untuk atletnya yang mampu meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Menpora Sempat Cemas Melihat Lifter Indonesia Beraksi di Olimpiade Tokyo 2020

Menpora Zainudin Amali mengaku sempat cemas dan gelisah melihat perjuangan dua lifter Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Apresiasi untuk Atlet Olimpiade Tokyo 2020, Kemenpora Siap Fasilitasi Jadi PNS

Menpora RI, Zainudin Amali, mengapresiasi perjuangan atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

LIVE: Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Simak informasi terbaru dari atlet Indonesia maupun seputar Olimpiade Tokyo 2020 dalam artikel ini!

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Hidilyn Diaz Akhiri Penantian 97 Tahun Filipina untuk Medali Emas Pertama di Olimpiade

Lifter Filipina, Hidilyn Diaz, mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali emas Olimpiade perdana untuk negaranya.

Olahraga Lain

Selasa, 27 Juli 2021

Indonesia Sudah Dapat 2 Medali, Menpora Zainudin Amali Optimistis Target Olimpiade Tokyo 2020 Tercapai

Kontingen Indonesia ditargetkan setidaknya menempati peringkat ke-40 di Olimpiade Tokyo 2020.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X