pon-papua

Jamal Abdoul-Magid dan Mimpi sebagai Olimpian dari Negara Konflik

18 November 2021, 19:15 WIB
Editor: Lily Indriyani
Jamal Abdoul-Magid, atlet lari kelahiran Sudan yang mewakili tim pengungsi pada Olimpiae Tokyo 2020.
Jamal Abdoul-Magid, atlet lari kelahiran Sudan yang mewakili tim pengungsi pada Olimpiae Tokyo 2020. /(OLYMPICS.ORG)

SKOR.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberi kesempatan bagi atlet yang negaranya berkonflik untuk tampil di Olimpiade. 

Kebijakan tersebut sudah diberlakukan IOC pada dua edisi terakhir, yakni Olimpiade Rio de Janeiro (2016) dan Tokyo (2020). 

Atlet-atlet dari negara yang berkonflik itu tampil di Olimpiade dengan nama Refugee Olympic Team (ROT) dan mengusung bendera IOC.

Salah satunya adalah Jamal Abdoul-Magid yang berhasil mewujudkan mimpinya menjadi Olimpian pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu.

Turun di nomor lari 5.000 meter putra, atlet asal Sudan tersebut menempati posisi ke-13 heat dengan catatan waktu 13 menit 42,98 detik.

Meski hasil itu tak cukup membuatnya meraih medali, Jamal Abdoul-Magid berharap jadi inspirasi untuk atlet-atlet yang negaranya dilanda konflik.

Awal mula kisah

Abdoul-Magid yang kehilangan sang ayah pada usia delapan tahun sudah mengalami kerasnya hidup sebagai pengungsi sejak masih remaja. 

Berbekal keinginan untuk merasakan hidup yang lebih layak, Abdoul-Magid kemudian memutuskan melakukan perjalanan dari Mesir ke Israel.

Hal itu dilakukannya dengan transportasi darat karena perang yang berkecamuk di negaranya, lalu berjalan kaki melintasi Gurun Sinai.

Saat di Israel inilah, Abdoul-Magid menemukan bakatnya yang tersembunyi sebagai pelari hingga membawa tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya bahkan tidak tahu ke mana akan pergi. Hanya mengikuti orang-orang untuk naik bus," ujar Abdoul-Magid menceritakan pengalamannya.

Di Tel Aviv, Abdoul-Magid menemukan klub lari, Alley Runners, yang banyak melatih anak-anak kurang mampu untuk berprestasi di bidang atletik.

"Saat di Israel, salah satu sahabat saya mengatakan, 'Kamu bisa main sepak bola, tiga-empat jam. Saya pikir, sebaiknya kamu mulai latihan dengan Alley Running Team'," ujarnya.

Perjumpaan dengan Alley Running Team inilah yang akhirnya membuka jalan Abdoul-Magid menuju olahrgaa yang kini menjadi pilihan hidupnya.

Bergabung dengan ROT

Pada 2017, saat masih 21 tahun, Abdoul-Magid memperoleh beasiswa IOC Refugee Athelete yang memungkinkannya mengikuti pelatihan secara intensif.

Debut internasionalnya sebagai atlet ROT terjadi di Kejuaraan Dunia Cross Country 2019. Ia juga termasuk satu dari enam atlet perwakilan ROT pada Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, pada tahun yang sama.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh IOC Refugee Olympic Team (@refugeeolympicteam)

Saat dunia diguncang pandemi Covid-19, Abdoul-Magid berlatih untuk jarak 1.500 m hingga 10 km. Hal ini membuat ROT meliriknya untuk turun di Olimpiade Tokyo 2020.

"Saat Anda melihat hal-hal mengerikan di usia muda dan berhasil melewatinya, Anda akan lebih mudah mengatasi rintangan," ujar Abdoul-Magid.

"Anda akan tahu bahwa Anda akan bisa melalui semua rintangan itu juga," tutur atlet yang baru berusia 25 tahun tersebut.

Rencana ke depan

Hingga saat ini, Abdoul-Magid masih berlatih lari secara rutin dengan klub larinya, Alley Running Team, di Tel Aviv.

Namun, kini dia lebih fokus pada nomor cross country demi mengikuti Kejuaraan Eropa Cross Country di Dublin, Irlandia, Desember mendatang.

Kontingen Refugee Olympic Team saat acara pembukaan Olimpiada Tokyo 2020.
Kontingen Refugee Olympic Team saat acara pembukaan Olimpiada Tokyo 2020. (INSTAGRAM REFUGEE OLYMPIC TEAM)

Di luar olahraga, Abdoul-Magid bekerja keras mengejar lisensi sebagai pelatih dari program edukasi World Athletics, melengkapi lisensi sebagai terapis yang telah dia miliki.

Tak berhenti sampai di situ, ia pun memperdalam bahasa Ibrani dan Inggris untuk mengembangkan wawasannya.

Adapun target Abdoul-Magid selanjutnya tak lain adalah mewakili para pengungsi untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita Atletik Lainnya:

Paralimpiade Tokyo 2020: Saptoyoga Purnomo Jaga Asa Tambah Medali Indonesia dari Atletik

Paralimpiade Tokyo 2020: Atlet Para Atletik Indonesia Mulai Pulihkan Kondisi Fisik dan Adaptasi Cuaca

Usai Melalui Perdebatan, Atlet Para Atletik Indonesia Lolos Klasifikasi Paralimpiade Tokyo 2020

  • Sumber: Olympic
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Lain - lain

    Jumat, 30 Juli 2021

    Hasil Atletik Olimpiade Tokyo 2020: Tercepat Ketiga, Sprinter Putri Indonesia ke Babak Utama

    Sprinter putri Indonesia, Alvin Tehupeiory, melaju ke babak utama usai lolos dari penyisihan 100 meter putri.

    Lain - lain

    Jumat, 30 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Medali Emas Pertama Cabor Atletik Didapatkan Pelari Ethiopia

    Medali pertama dari cabang olahraga atletik telah diperebutkan. Sosok Selemon Barega dari Ethiopia menjadi atlet pertama yang dikalungi medali emas.

    Berita

    Jumat, 20 Agustus 2021

    Ketua NPC Indonesia dan Tim Para Atletik Paralimpiade Tokyo 2020 Bertolak ke Jepang

    Tim para atletik dan Ketua NPC Indonesia bertolak ke Jepang hari ini untuk mengikuti Paralimpiade Tokyo 2020.

    Terbaru

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto 2021 Jadi Momentum Kebangkitan PBI

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto dan Junior 2021 di JSC Boling Center, Palembang, jadi momentum kebangkitan PBI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kalah Lagi, Klub Rivan Nurmulki Tak Tergeser di Dasar Klasemen V.League 2021/2022

    VC Nagano Tridents kalah 0-3 kala tandang ke markas JT Thunders dalam lanjutan Divisi 1 Japanese V.League 2021/2022.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    2 Pelari Inggris Kehilangan Sponsor dari Federasi Nasional Gara-gara Pelatih

    UK Athletics memberi sanksi kepada Adam Gemili dan Laviai Nielsen karena bertahan dengan pelatih yang masih dalam investigasi skandal pelecehan.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Paris 2024 Berambisi Jual 3 Juta Tiket Penonton Paralimpiade

    Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, juga bertekad menciptakan kejuaraan yang inklusif antara Olimpiade dan Paralimpiade.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    PB ISSI Kirim Atlet ke Swiss, Kejar Beasiswa UCI

    Jelang SEA Games XXXI di Hanoi dan Asian Games 2022 di Hangzhou, PB ISSI dapat undangan dari UCI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Sabtu (4/12/2021) hingga Minggu dini hari WIB.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    PABSI Kirim 14 Lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Mayoritas Muda

    PB PABSI bersiap menyambut Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan, dengan mengirimkan 14 lifter.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    Kontingen Indonesia Menanti Medali Emas Para Boccia di AYPG 2021

    Atlet para boccia, Febriyanti Vani Rahmadhani, berpeluang menyumbangkan medali emas untuk klasifikasi BC2 putri di AYPG 2021.

    Lain - lain

    Kamis, 2 Desember 2021

    IAAF Temukan Banyak Kasus Pelecehan Online kepada Atlet Putri Selama Olimpiade Tokyo

    World Athletics menemukan 23 dari 161 akun atlet mendapat pelecehan daring dengan 16 di antaranya adalah atlet putri.

    Berita

    Kamis, 2 Desember 2021

    Boyong 2 Atlet Andalan ke AYPG 2021, Tim Para Tenis Meja Indonesia Incar Perunggu

    Para atlet difabel muda se-Asia akan berlomba dalam ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2021.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X