pon-papua

IOC: Independensi NOC Dilindungi Olympic Charter

15 November 2021, 19:15 WIB
Penulis: Nizar Galang
Editor: Lily Indriyani
 Wakil Sekretaris Jenderal II NOC Indonesia Wijaya Noeradi dan Kepala Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola IOC, Jerome Poivey.
Wakil Sekretaris Jenderal II NOC Indonesia Wijaya Noeradi dan Kepala Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola IOC, Jerome Poivey. /dok. NOC Indonesia

  • Kepala Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola IOC, Jerome Poivey, menekankan pentingnya independensi NOC.
  • Tugas NOC diatur secara tegas dalam Pasal 27 Olympic Charter, di mana misi utamanya mengembangkan, mempromosikan, serta melindungi Olympic Movement di negara yang bersangkutan.
  • NOC Indonesia pertama kali diakui IOC pada 1952 melalui surat yang ditandatangani Kanselir IOC Otto Mayer.

SKOR.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) menekankan pentingnya independensi Komite Olimpiade Nasional (NOC) dalam menjalankan tugas, peran, dan kinerja.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola IOC, Jerome Poivey, beberapa waktu lalu.

Di sela-sela ANOC General Assembly di Crete, Yunani, akhir Oktober 2021, Jerome Poivey menjelaskan hal tersebut.

Dalam keterangannya kepada Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), NOC harus independen dalam bekerja.

Hal itu diatur dalam Olympic Charter (Piagam Olimpiade), sebagaimana disampaikan Wakil Sekjen II NOC Indonesia Wijaya Noeradi.

"Kami melaporkan situasi yang sedang terjadi di Indonesia," kata Wijaya Noeradi dalam rilis, Senin (15/11/2021).

"Parlemen tengah membahas revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN) No 3 Tahun 2005," tambahnya.

"Poivey menegaskan NOC harus bersifat otonom dan independen dalam menjalankan kebijakan hingga perubahan tak boleh bertentangan dengan Olympic Charter."

Masih menurut Wijaya, Poivey menegaskan bahwa NOC Indonesia merupakan lembaga non-pemerintah representatif IOC di Indonesia.

Tugas NOC diatur dalam Pasal 27 Olympic Charter, dengan misi utama mengembangkan, mempromosikan, serta melindungi Olympic Movement.

Sebagai perpanjangtanganan IOC, NOC dapat hak dari bantuan pendanaan dari Olympic Solidarity hingga otoritas ekslusif mewakili negara.

Untuk mengirimkan atlet yang berpartisipasi di Olimpiade serta multi event olahraga kontinental dan regional yang ada di bawah patron IOC.

Demi memaksimalkan misi-misi yang diemban NOC, Piagam Olimpiade membolehkan NOC berkooperasi dengan pemerintah demi menciptakan relasi harmonis.

Namun, NOC tidak berasosiasi dan melakukan aktifitas yang bertentangan dengan Olympic Charter.

Jika ditemukan pelanggaran Olympic Charter, IOC bisa mengambil tindakan tertentu sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Ayat 8 Olympic Charter.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) dan CdM Rosan P Roeslani memberi dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) dan CdM Rosan P Roeslani memberi dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo. NOC Indonesia

Terberat adalah sanksi yang bisa mengakibatkan ditangguhkannya hak-hak partisipasi negara yang bersangkutan di kompetisi hingga multi event internasional.

"Poivey menghargai apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia terkait RUU SKN adalah untuk kemajuan prestasi olahraga Indonesia," kata Wijaya.

"Tapi, ia mengingatkan agar RUU baru nantinya tidak bertentangan dengan Olympic Charter karena itu menjadi acuan kami sebagai NOC," tambahnya.

NOC Indonesia pertama kali diakui IOC pada 1952, melalui surat yang ditandatangani Kanselir IOC Otto Mayer kepada Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, saat itu.

IOC juga pernah mengirimkan surat serupa kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo pada 2013. 

Surat itu berisi penjelasan bahwa IOC mengakui Komite Olimpiade Indonesia yang dipimpin Rita Subowo merupakan Komite Olimpiade Nasional (NOC) di Indonesia.

 

Berita NOC Indonesia Lainnya:

NOC Indonesia: Federasi Dunia Puji Pamor Panjat Tebing Indonesia

NOC Indonesia: Peluang Percepatan Pencabutan Sanksi WADA Masih Terbuka

  • Sumber: NOC Indonesia
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Lain - lain

    Sabtu, 13 November 2021

    LADI Kirim 153 Sampel Atlet Peparnas 2021 ke WADA Senin Mendatang

    Sebanyak 153 sampel urin atlet dari ajang Peparnas XVI Papua akan dikirim kepada badan doping dunia (WADA) pada Senin (15/11/2021).

    Lain - lain

    Minggu, 14 November 2021

    Peparnas 2021 Resmi Ditutup, Gubernur Papua Berterima Kasih kepada Presiden dan Menpora

    Gubernur Lukas Enembe secara khusus memuji Menpora Zainudin Amali yang rela tinggal dan berkantor di Papua selama PON dan Peparnas.

    Lain - lain

    Minggu, 14 November 2021

    Vietnam Batal Gelar ASEAN Para Games 2022, Indonesia Ingin Jadi Tuan Rumah Pengganti

    Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, telah meminta izin kepada Presiden Joko Widodo.

    Terbaru

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto 2021 Jadi Momentum Kebangkitan PBI

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto dan Junior 2021 di JSC Boling Center, Palembang, jadi momentum kebangkitan PBI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kalah Lagi, Klub Rivan Nurmulki Tak Tergeser di Dasar Klasemen V.League 2021/2022

    VC Nagano Tridents kalah 0-3 kala tandang ke markas JT Thunders dalam lanjutan Divisi 1 Japanese V.League 2021/2022.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    2 Pelari Inggris Kehilangan Sponsor dari Federasi Nasional Gara-gara Pelatih

    UK Athletics memberi sanksi kepada Adam Gemili dan Laviai Nielsen karena bertahan dengan pelatih yang masih dalam investigasi skandal pelecehan.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Paris 2024 Berambisi Jual 3 Juta Tiket Penonton Paralimpiade

    Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, juga bertekad menciptakan kejuaraan yang inklusif antara Olimpiade dan Paralimpiade.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    PB ISSI Kirim Atlet ke Swiss, Kejar Beasiswa UCI

    Jelang SEA Games XXXI di Hanoi dan Asian Games 2022 di Hangzhou, PB ISSI dapat undangan dari UCI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Sabtu (4/12/2021) hingga Minggu dini hari WIB.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    PABSI Kirim 14 Lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Mayoritas Muda

    PB PABSI bersiap menyambut Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan, dengan mengirimkan 14 lifter.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    Kontingen Indonesia Menanti Medali Emas Para Boccia di AYPG 2021

    Atlet para boccia, Febriyanti Vani Rahmadhani, berpeluang menyumbangkan medali emas untuk klasifikasi BC2 putri di AYPG 2021.

    Lain - lain

    Kamis, 2 Desember 2021

    IAAF Temukan Banyak Kasus Pelecehan Online kepada Atlet Putri Selama Olimpiade Tokyo

    World Athletics menemukan 23 dari 161 akun atlet mendapat pelecehan daring dengan 16 di antaranya adalah atlet putri.

    Berita

    Kamis, 2 Desember 2021

    Boyong 2 Atlet Andalan ke AYPG 2021, Tim Para Tenis Meja Indonesia Incar Perunggu

    Para atlet difabel muda se-Asia akan berlomba dalam ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2021.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X