Covid-19 Masih Mengancam Jepang, Panitia Tegaskan Olimpiade Tokyo 2021 Jalan Terus

Bendera Olimpiade. /

  • Situasi pandemi Covid-19 di negara Jepang akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan.
  • Meski demikian, panitia Olimpiade Tokyo 2021 bersikeras tidak akan ada pembatalan.
  • Bagi mereka, kemungkinan paling buruk adalah menggelar pertandingan tanpa penonton.

SKOR.id - Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 menegaskan tidak ada opsi untuk membatalkan Olimpiade.

Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 semakin dekat. Pesta olahraga terakbar tersebut bakal digelar pada 23 Juli-8 Agustus mendatang.

Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, Jepang justru sedang diguncang dengan adanya gelombang keempat Covid-19.

Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat panitia penyelenggara untuk tetap menggelar event.

Wakil Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo, Toshiaki Endo, menegaskan keyakinannya bahwa olimpiade bakal tetap digelar sesuai jadwal.

"Jika Covid-19 tersebar luas di masyarakat, bukan tidak mungkin kami dapat memutuskan bahwa olimpiade tidak dapat digelar," ujar Endo dikutip dari Antara.

"Tapi, kami berpikir bahwa kami pasti dapat menggelarnya mengingat situasi dan tindakan pencegahan yang dilakukan Jepang," ia menambahkan.

Sebelumnya, ahli penyakit menular yang bertanggung jawab untuk menangani kasus Covid-19 di Jepang, Shigeru Omi, melontarkan pernyataan tegas.

Dia mengatakan bahwa sudah waktunya bagi pemerintah dan panitia untuk melakukan diskusi yang tepat soal apakah akan mengadakan pertandingan atau tidak.

Aya Terakawa, peraih medali perunggu cabor renang di Olimpiade London 2012, ketika menjadi pembawa obor Olimpiade Tokyo di Osaka pada Selasa (13/4/2021).
Aya Terakawa, peraih medali perunggu cabor renang di Olimpiade London 2012, ketika menjadi pembawa obor Olimpiade Tokyo di Osaka pada Selasa (13/4/2021). Japan Today

Menanggapi ini, Endo menilai pernyataan Omi dapat diterima, namun sebatas sebagai masukan dari para ahli.

Ia mengatakan bahwa panel ahli dari panitia penyelenggara sedang menjajaki rencana konkret untuk dapat menjadi tuan rumah Olimpiade dengan aman.

"Kami tidak punya opsi untuk membatalkan Olimpiade," ujar Endo, tegas.

Adapun pemerintah pusat dan metropolitan Tokyo serta Komite Olimpiade Internasional dan Komite Paralimpiade Internasional telah setuju untuk menetapkan batas jumlah penonton pada bulan Juni.

"Lebih mudah untuk mempersiapkan tanpa penonton. Tapi kami akan memutuskan berdasarkan bisbol profesional dan sepak bola," ujar Endo.

"Keputusan dapat kami buat pada bulan Mei jika situasi memungkinkan," ia menambahkan.

Mengakhiri ucapannya, Endo mengungkapkan bahwa dirinya sudah dihubungi Gubernur Tokyo yang berpesan untuk menyukseskan Olimpiade kali ini.

"Kami benar-benar harus membuat Olimpiade dan Paralimpiade sukses," kata Endo menirukan pesan Gubernur Tokyo.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita olimpiade lainnya:

Olimpiade Tokyo Siapkan Opsi untuk Ringankan Tim Medis di Tengah Pandemi

Kento Momota 100 Persen Yakin Raih Medali Emas Olimpiade Tokyo

Ketua NOC Indonesia Beberkan Posisi Indonesia Dalam Bidding Olimpiade 2032

  • Sumber: Antara
  • Terpopuler

    menpora

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X