pon-papua

Bukan Hanya Doping, LADI Klaim Ada Masalah Administrasi dengan WADA

20 Oktober 2021, 12:15 WIB
Penulis: Nizar Galang
Editor: Lily Indriyani
Bendera PBSI dikibarkan saat Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mendapat sanksi dari WADA.
Bendera PBSI dikibarkan saat Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 setelah mendapat sanksi dari WADA. /(INSTAGRAM PBSI)

  • LADI mempunyai dua masalah dengan WADA, yakni terkait doping dan administrasi.
  • Wakil Ketua LADI, Rheza Maulana Syahputra, mengatakan ada masalah administrasi dan pelaporan yang belum selesai sejak 2017 dan 2019.
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai sanksi WADA adalah masalah serius dan tak boleh terulang.

SKOR.id - Permasalahan antara Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) ternyata berbuntut panjang.

Sebagai informasi, per 7 Oktober 2021, Indonesia tak bisa mengibarkan bendera Merah Putih karena tak patuh dalam laporan doping.

Salah satunya adalah keberhasilan Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020, 17 Oktober lalu, tanpa kibaran bendera Merah Putih.

Namun, selain dianggap tak patuh dalam urusan laporan doping, LADI mengungkap ada masalah lain yang terkait dengan administrasi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua LADI, Rheza Maulana Syahputra. Ada masalah administrasi yang belum selesai sejak 2017 dan 2019.

LADI memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, dalam masa kepengurusan baru, belum bisa mengurai masalah-masalah sebelumnya.

"Bisa dikatakan ada miss komunikasi saat pergantian kepemimpinan karena di tahun ini saja awal semester di enam bulan, sudah tiga kali ganti kepengurusan," ujarnya.

"Tidak ada tongkat estafet yang diberikan sehingga kami ini masih meraba-raba, darimana harus memulai, mau kemana, lalu apa saja masalah yang ada."

 

Kutipan Wakil Ketua LADI
Kutipan Wakil Ketua LADI Grafis Yusuf/Skor.id

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menganggap sanksi WADA kepada Indonesia sebagai masalah yang sangat serius.

Zainudin Amali pun meminta dilakukannya investigasi agar masalah serupa tak terjadi di kemudian hari hingga mencoreng citra Indonesia.

"Terus terang, untuk saya masalah (WADA) ini adalah serius. Harus ada investigasi yang bertujuan untuk mengetahui kenapa sanksi ini bisa terjadi," katanya.

Zainudin memberi keleluasaan kepada Ketua Tim Akselerasi dan Investigasi Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari, untuk menyelesaikan masalah ini.

Termasuk untuk mengundang pihak-pihak yang profesional seperti Kepolisian dan sebagainya agar masalah ini tidak terulang.

"Selanjutnya, kejadian semacam ini tidak boleh lagi terulang ke depan. Dan, kita tahu siapa yang harus bertanggungjawab untuk ini," ucap Zainudin.

"Ketua Tim Pak Okto saya beri keleluasaan untuk mengundang pihak-pihak terkait. Nantinya rekomendasi dari tim yang akan kita tindaklanjuti."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Berita WADA Lainnya: 

Ketua Apkori Turut Apresiasi Langkah Cepat Menpora Terkait Sanksi WADA

Pimpin Tim Penyelesaian Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari Langsung Petakan Solusi

  • Sumber: Kemenpora
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Lain - lain

    Senin, 18 Oktober 2021

    Pemerintah Utus Raja Sapta Oktohari Jadi Ketua Tim ''Pembebasan'' Indonesia dari Sanksi WADA

    Menpora membentuk tim agar Indonesia segera lepas dari hukuman WADA. Hukuman WADA membuat Tim Thomas Cup tak bisa mengibarkan bendera Merah-Putih walau juara

    Lain - lain

    Senin, 18 Oktober 2021

    Pimpin Tim Penyelesaian Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari Langsung Petakan Solusi

    Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari langsung bergerak cepat usai ditunjuk sebagai Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA oleh Menpora Zainudin Amali, Senin (18/10/2021).

    Lain - lain

    Selasa, 19 Oktober 2021

    Raja Sapta Oktohari Yakin Bendera Merah Putih Bisa Berkibar di SEA Games Hanoi

    Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) optimistis bendera Merah Putih dapat berkibar di SEA Games Hanoi 2022.

    Terbaru

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto 2021 Jadi Momentum Kebangkitan PBI

    Kejurnas Boling Soetopo Jananto dan Junior 2021 di JSC Boling Center, Palembang, jadi momentum kebangkitan PBI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Kalah Lagi, Klub Rivan Nurmulki Tak Tergeser di Dasar Klasemen V.League 2021/2022

    VC Nagano Tridents kalah 0-3 kala tandang ke markas JT Thunders dalam lanjutan Divisi 1 Japanese V.League 2021/2022.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    2 Pelari Inggris Kehilangan Sponsor dari Federasi Nasional Gara-gara Pelatih

    UK Athletics memberi sanksi kepada Adam Gemili dan Laviai Nielsen karena bertahan dengan pelatih yang masih dalam investigasi skandal pelecehan.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Paris 2024 Berambisi Jual 3 Juta Tiket Penonton Paralimpiade

    Presiden Paris 2024, Tony Estanguet, juga bertekad menciptakan kejuaraan yang inklusif antara Olimpiade dan Paralimpiade.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    PB ISSI Kirim Atlet ke Swiss, Kejar Beasiswa UCI

    Jelang SEA Games XXXI di Hanoi dan Asian Games 2022 di Hangzhou, PB ISSI dapat undangan dari UCI.

    Lain - lain

    Sabtu, 4 Desember 2021

    Jadwal Siaran Langsung Olahraga di TV Hari Ini

    Berikut ini adalah jadwal siaran langsung olahraga di TV untuk hari Sabtu (4/12/2021) hingga Minggu dini hari WIB.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    PABSI Kirim 14 Lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Mayoritas Muda

    PB PABSI bersiap menyambut Kejuaraan Dunia 2021 di Tashkent, Uzbekistan, dengan mengirimkan 14 lifter.

    Lain - lain

    Jumat, 3 Desember 2021

    Kontingen Indonesia Menanti Medali Emas Para Boccia di AYPG 2021

    Atlet para boccia, Febriyanti Vani Rahmadhani, berpeluang menyumbangkan medali emas untuk klasifikasi BC2 putri di AYPG 2021.

    Lain - lain

    Kamis, 2 Desember 2021

    IAAF Temukan Banyak Kasus Pelecehan Online kepada Atlet Putri Selama Olimpiade Tokyo

    World Athletics menemukan 23 dari 161 akun atlet mendapat pelecehan daring dengan 16 di antaranya adalah atlet putri.

    Berita

    Kamis, 2 Desember 2021

    Boyong 2 Atlet Andalan ke AYPG 2021, Tim Para Tenis Meja Indonesia Incar Perunggu

    Para atlet difabel muda se-Asia akan berlomba dalam ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2021.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X